10 Point Kebiasaan Umat Islam Indonesia
- Ngasah Gaman & Ngumbah Keris
Tujuan kegiatan ini untuk mengingat peristiwa Asyura yang pernah dialami oleh nabi-nabi. Seperti Allah mengembalikan Kejayaan Nabi Sulaiman, begitu juga dengan dikembalikannya kedigdayaan Nabi Daud yang bisa melunakkan besi dan membuat senjata besi melalui tangannya langsung.
Dalam menyambut tahun baru islam, beberapa daerah di Indonesia mengadakan karnaval yang diikuti oleh anak-anak dengan menampilkan karya-karya seni, mereka memakai pakaian adat daerah seperti Jawa, Arab, Madura, Minangkabau dan lain sebagainya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengekspresikan kegembiraan dan juga bentuk rasa syukur dalam menyambut tahun baru islam.
Pawai obor biasanya dilakukan hampir diseluruh daerah di Indonesia. Tradisi pawai obor ini sudah ada sejak tahun 1940. Filosofi dari pawai obor adalah semangat Nabi Muhammad dalam melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah. Selain itu, tradisi pawai obor ini bisa mempererat tali silaturahim antar sesama.
4. Malam 1 Suro
Kegiatan 1 Suro merupakan tradisi Masyarakat Jawa yang telah ada sejak Sultan Agung raja Kerajaan Mataram. Berbagai aktifitas dilakukan oleh Masyarakat Jawa dalam menyabut tahun baru Islam atau malam 1 Suro. Di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat memperingati malam 1 Suro dengan membawa benda pusaka mengelilingi benteng Kraton yang diikuti oleh Masyarakat Yogyakarta. Ritual itu dinamakan dengan mubeng beteng. Ritual tersebut tidak memperkenankan orang-orang untuk berbicara. Selain itu, di Kraton Surakarta Hadiningrat, malam 1 Suro dipimpin Kebo Bule Kyai Slamet (hewan kesayangan Susuhunan yang dianggap keramat. Dibarisan selajutnya diikuti oleh kerabat keraton yang membawa pusaka dan diikuti oleh Masyarakat sekitar lainnya.
5. Halal Bihalal
Halal bihalal dilakukan pada Bulan Syawal yang berupa acara saling bermaaf-maafan. Setelah umat Islam selesai puasa Ramadan sebulan penuh. Tujuan halal bihalal selain saling bermaafan adalah untuk menjalin tali silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. Ini dibuat untuk membangun hubungan yang harmonis (silaturahmi) antar umat untuk berkumpul, saling berinteraksi dan saling bertukar informasi.
6. Sekaten di Surakarta dan Yogyakarta
Tradisi ini dilestarikan sebagai wujud mengenang jasa-jasa para Walisongo yang telah berhasil menyebarkan Islam di tanah Jawa. Peringatan yang lazim dinamai Maulid Nabi itu oleh para wali disebut Sekaten, yang berasal dari kata Syahadatain (dua kalimat Syahadat). Tradisi ini sebagai sarana penyebaran agama Islam yang pada mulanya dilakukan oleh Sunan Bonang. Dahulu, setiap Sunan Bonang membunyikan gamelan diselingi dengan lagu-lagu yang berisi ajaran agama Islam.
7. Sesaji Rewanda di Semarang
Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah. Serta, sebagai mengenang napak tilas perjuangan Sunan Kalijaga untuk membangun Masjid Demak. Tradisi bulan Syawal di Indonesia ini biasanya diadakan pada hari ketiga setelah Idulfitri. Warga akan membawa gunungan yang berisi sego kethek (nasi monyet), buah-buahan, hasil bumi, lepet, dan ketupat dari Kampung Kandri ke Goa Kreo.
8. Syawalan
Dilakukan pada bulan Syawal, yaitu seminggu setelah idul fitri. Pada tradisi ini masyarakat akan membuat ketupat sehingga disebut juga sebagai Lebaran Ketupat. Walau banyak yang membuat ketupat, namun ada juga yang melakukan tukar-menukar ketupat tersebut. Ada pula juga melakukan Syawalan dengan membuat acara berebut ketupat. Di beberapa daerah, tidak hanya ketupat yang dibuat, tetapi juga lepet dan apem.
9. Tahlilan
Bertujuan untuk menyatakan simpati dan empati kepada keluarga yang ditimpa musibah, seperti kematian. Biasanya tahlilan dilakukan dengan mengadakan pengajian bersama banyak orang. Pada tahlilan sejumlah doa dibacakan bersama-sama dalam hari-hari tertentu setelah kematian seseorang. Hal ini bermaksud mendoakan seseorang yang telah meninggal tersebut. Ada juga yang membacakan selawat dan dzikir untuk mendekatkan diri kepada alah. Selain itu, tahlilan akan kembali dilakukan pada hari ke-40, hari ke-100 dan hari ke-1000 setelah kematian.
10. Tabuik
Dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat. Tradisi Tabuik merupakan perayaan memperingati Asyura, yaitu gugurnya Imam Husain yang merupakan cucu Muhammad. Pada tradisi ini akan ada penampilan Pertempuran Karbala dan memainkan drum tassa dan dhol. Tradisi ini ada beberapa tahapan dan rangkaian acara, yaitu Mengambil tanah, Menebang batang pohon pisang, Mataam, Mengarak jari, Mengarak sorban, Tabuik naik pangkek, Hoyak tabuik dan Membuang tabuik ke laut. Dilakukan pada 1 Muharram yang berlangsung beberapa hari. Pada Umumnya, acara puncak diadakan pada tanggal 10-15 Muharram.

0 Komentar